Industri KreatifKota KreatifKreatif TourismSeni PertunjukanSeni Rupa

Level PPKM Turun, Warga Kampung Budaya Polowijen Bersiap Kembali Buka

Indiekraf.com-Kabar penurunan level kota Malang dari PPKM level 4 menajdi PPKM level 3 di masa pandemi Covid-19 ini, memberi angin segar bagi warga kota Malang. Geliat ekonomi warga bisa kembali bergairah, hal itu juga dirasakan oleh  warga kampung tematik Kampung Budaya Polowijen.

Warga Kampung Budaya Polowijen mulai mempersiapkan diri untuk membuka diri bagi wisatawan.Meski status PPKM level 3 hanya beberapa tempat wisata yang diijinkan untuk buka karena harus memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pemerintah, namun kampung tematik seperti Kampung Budaya Polowijen bisa mulai bergerak untuk persiapan buka.

Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi atau yang akrab disapa Ki Demang mengatakan sangat senang dengan kabar tersebut. Oleh karenanya ia bersama warga Kampung, menyiapkan segala sesuatunya agar saat resmi dibuka nanti, wisatawan yang hadir tidak kecewa.

“Kami bersiap dengan menata properti kita seperti  topeng wayang beberapa gambar lukisan dan beberapa dolanan yang biasa kita jual juga siapkan,”kata Isa Wahyudi penggagas Kampung Budaya Polowijen.

Isa Wahyudi atau Ki Demang penggagas Kampung Budaya Polowijen

Baca juga:

Lebih lanjut menurut pria yang akrab disapa Ki Demang ini, Kampung Budaya Polowijen selama masa PPKM level 4 kemarin tetap ada aktifitas rutin, namun untuk penerimaan pengunjung tidak dilakukan .

“Selama ppkm tidak menerima kunjungan selama dua bulan belakangan ini,”ungkap Isa Wahyudi

Setiap hari mulai Senin hingga jum’at di Kampung Budaya Polowijen aktifitas rutin seperti membatik tetap dilakukan, selama hari itu, ada sekitar 5 hingga 6 orang warga beraktifitas membatik. Sementara di hari Sabtu dan Minggu diisi dengan latihan tari.

“Sebenarnya Kampung Budaya Polowijen tidak tutup untuk aktifitas, tiap senin sampai jumat ada 6 orang yang membatik disini, dan sabtu minggu ada latihan tari”tambah pria yang akrab disapa Ki Demang.

salah seorang warga kampung budaya Polowijen sedang menyiapkan wayang

Jika nantinya Kampung tematik sudah resmi dibuka, dirinya bersama warga tetp akan menjalankan protokol kesehatan dengan cara menyiapkan tempat mencuci tangan, hand sanitiser serta mewajibkan para pengunjung memakai masker.

“Ketika nanti dibuka, kita tetap akan menyiapkan protokol kesehatan salah satunya kita sediakan cuci tangan, cek suhu, handsanitiser dan masker,”ungkap KI Demang.

Baca juga:

Terkait pembatasan pengunjung agar tidak terjadi kerumunan, nantinya pihak kampung budaya akan membagi pengunjung kedalam beberapa kelompok dengan lokasi yang berbeda.

“Nantinya kegiatan yang berhubungan dengan pengunjung tidak lagi kita terima dalam jumlah yang banyak. Misalnya kita bentuk kelompok per 15 orang dengan membagi di beberapa tempat seperti membatik, di rumah siapa, membuat topeng di rumah yang lain dan kegiatan lainnya juga,”pungkas KI Demang.

Related Articles