Aplikasi Digital dan GameDigital KreatifIndustri KreatifKabar KreatifKota Kreatif

Metaverse Kayutangan: Alternatif Wisata yang Unik dan Kekinian

Indiekraf.com – Menyambut era digitalisasi, Kota Malang ternyata tak kalah dengan kota lain yang sudah menerapkan banyak hal secara modern. Salah satu yang baru dirilis adalah Metaverse Kayutangan. Diambil dari nama lokasi wisata di Kota Malang, Kayutangan menjadi objek dari pembuatan metaverse ini. Seperti apa penampakan lokasi ini di metaverse?

Metaverse Kayutangan: Alternatif Wisata yang Unik dan Kekinian

Platform wisata dan bisnis yang di semesta digital Malang sudah mengalami masa uji coba. Setelah masa percobaan, akhirnya Metaverse Kayutangan akhirnya dirilis pada Rabu (30/11) lalu. Ini merupakan hasil dari kolaborasi antara Penta-Helix Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dan mitra industri, komunitas, media, hingga Pemkot Malang. Mitra industri yang turut serta antara lain FX Media, Singapura, dll. Sedangkan untuk komunitas, IAI serta budayawan juga ikut mengambil andil. Selain itu, TIMES Indonesia juga turut mendukung sebagai media.

Seperti kita tahu, metaverse sendiri merupakan dunia realitas virtual paralel. Hal ini juga dikembangkan ke bidang Augmented Reality (AR) serta Virtual Reality (VR). Sesuai namanya, kamu bisa menikmati tour di area Kayutangan secara virtual. Pengalaman ini tentunya menjadi salah satu hal yang bisa menarik wisatawan ke lokasi tersebut.

Pengembangan yang Menunjang Manajemen Aset Kawasan Wisata 

Dengan konsep yang apik, wisatawan yang ada di dunia realitas virtual paralel bisa berkunjung ke lokasi wisata di Metaverse. Selain berkunjung, para wisatawan online juga bisa berinteraksi dengan seluruh pengunjung yang hadir di sana, guys. Tak hanya ngobrol dan bercengkrama, wisatawan online juga bisa bekerja bahkan membangun sebuah bisnis di area tersebut. Unik banget, kan?

BACA JUGA:

Contohnya adalah jika kamu ingin membangun kantor atau sebuah bisnis di area Kayutangan, semua bisa dilakukan dengan mudah di dunia metaverse. Seluruh pengguna yang bisa mengakses dunia virtual pun bisa melakukan kegiatan-kegiatan unik ini. Dr Eng Ir Herry Santosa ST MT IPM sebagai wakil dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya memberikan keterangannya. Dikutip dari TIMES Indonesia, ia menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan riset mengenai dunia semesta digital. “Jadi ini merupakan inovasi terkini dalam menawarkan pengalaman baru dalam berinteraksi terhadap beragam akses informasi visual spasial kawasan bersejarah dalam dunia virtual Kayutangan,” jelasnya.

Baca Juga Meta PHK Karyawan, Ini Alasan Di Baliknya!

Pemkab Malang Luncurkan Matic, Smart Tourism untuk Ekraf dan Pariwisata Kabupaten Malang

Related Articles