Seni PertunjukanSeni RupaWisata Kreatif

Sejarah Topeng Malangan, Produk Budaya Asli Malang

indiekraf.com – Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki ciri khas budaya yang unik, termasuk Malang. Malang memiliki sebuah tradisi atau budaya yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Kanjuruhan pada abad ke-8, yaitu Topeng Malangan.

Sejarah Topeng Malangan muncul pada masa pemerintahan Raja Gajayana yang terkenal sebagai raja paling sukses di Kerajaan Kanjuruhan. Hal ini dikarenakan pada masa Raja Gajayana berkuasa, Kerajaan Kanjuruhan mengalami masa keemasan.

Adanya budaya Topeng Malangan juga berkaitan tentang adanya “campur tangan” budaya India dan Jawa-Kanjuruhan, karena banyak pedagang yang berasal dari India melakukan kegiatan jual beli di Kanjuruhan.

Pada era pemerintahan Raja Erlangga, topeng ini beralih fungsi menjadi properti untuk kegiatan seni tari yang menjadi cikal bakal budaya wayang topeng malang.

Wayang Topeng Malang merupakan seni pertunjukkan yang dimana para pemainya memakai topeng malangan. Tujuan dari pemakaian topeng ini adalah untuk meningkatkan fleksibilitas para penari sehingga tidak perlu menggunakan riasan yang pada zaman dulu masih sulit untuk dilakukan.

Topeng Malangan memiliki ragam warna antara lain merah, putih, kuning, hijau, dan hitam. Warna tersebut melambangkan keberanian, kesucian, kesenangan, kedamaian, dan kebijaksanaan.

Hingga saat ini, telah terdapat kurang lebih 76 karakter tokoh yang terdapat pada seni yang mulai ada pada abad ke-8 ini.

Namun, dari ke 76 karakter tersebut, terdapat 6 karakter yang sangat menonjol dalam kegiatan seni wayang topeng antara lain:

Karakter Raden Panji yang merupakan tokoh protagonis yang memiliki sifat jujur dan sabar. Setelah itu, terdapat karakter Dewi Sekartaji yang melambangkan seorang yang suci, lembut dan baik hati.

Sama seperti Dewi Sekartaji, Karakter Gunung Sari yang merupakan sahabat Raden Panji juga melambangkan seseorang yang baik hati dan suci. Ditambah adanya karakter Dewi Ragil Kuning, adik dari Raden Panji yang merupakan seorang yang aktif dan penuh kegembiraan.

Selanjutnya, terdapat karakter Klana Sewandana dan Bapang yang merupakan tokoh antagonis sebagai musuh dari Raden Panji. Karakter ini merupakan seorang yang pemarah namun juga pemberani.

Semoga dengan mengenal sejarah Topeng Malangan ini kita bisa menjadi lebih peduli dan memperhatikan budaya-budaya khas yang ada di Indonesia.

Penulis: Achmad Faridul Himam

Referensi

[1] https://www.malangtimes.com/baca/18745/20170606/210629/mengenal-topeng-malangan-seni-wayang-topeng-asli-malang

[2] sumber gambar via instagram topengmalangan https://www.instagram.com/topengmalangan/

 

Baca juga

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button