<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kampung budaya polowijen | indiekraf.com</title>
	<atom:link href="https://indiekraf.com/tag/kampung-budaya-polowijen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://indiekraf.com</link>
	<description>Media online industri ekonomi kreatif Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Mar 2022 22:52:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2018/05/Favicon.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>kampung budaya polowijen | indiekraf.com</title>
	<link>https://indiekraf.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">146842474</site>	<item>
		<title>Kampung Budaya Polowijen Intensif Belajar Teknik Batik Ecoprint</title>
		<link>https://indiekraf.com/kampung-budaya-polowijen-intensif-belajar-teknik-batik-ecoprint/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Community Indiekraf]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2022 22:52:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Industri Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kriya]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[batik ecoprint]]></category>
		<category><![CDATA[kampung budaya polowijen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indiekraf.com/?p=12805</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indiekraf.com-Tak ingin ketinggalan dengan daerah lain, kampung budaya Polowijen Kota Malang terus berbenah dan belajar. Terbaru warga kampung budaya Polowijen menggelar pelatihan membatik ecoprint bersama tim ahli dari Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, pada Sabtu (26/3/2022) lalu. Penggagas Kampung Budaya Polowijen Isa Wahyudi, mengungkapkan untuk meningkatkan kualitas produk yang dimiliki warga Kampung Budaya Polowijen terus &#8230;</p>
The post <a href="https://indiekraf.com/kampung-budaya-polowijen-intensif-belajar-teknik-batik-ecoprint/">Kampung Budaya Polowijen Intensif Belajar Teknik Batik Ecoprint</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Indiekraf.com</strong>-Tak ingin ketinggalan dengan daerah lain, kampung budaya Polowijen Kota Malang terus berbenah dan belajar. Terbaru warga kampung budaya Polowijen menggelar pelatihan membatik ecoprint bersama tim ahli dari Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, pada Sabtu (26/3/2022) lalu.</p>
<p>Penggagas Kampung Budaya Polowijen Isa Wahyudi, mengungkapkan untuk meningkatkan kualitas produk yang dimiliki warga Kampung Budaya Polowijen terus banyak belajar. Hari ini secara khusus mempelajari pembuatan batik ecoprint dengan memanfaatkan bahan alam dari tanaman yang ada di sekitar Polowijen.</p>
<p>“Sebelum belajar batik, hari ini warga Kampung Budaya Polowijen sudah belajar berbagai teknik batik. Khusus hari ini adalah mendalami ecoprint dengan narasumber dari Untag,” jelas Isa melansir dari malangkota.go.id.</p>
<p>Pria yang akrab Ki Demang tersebut menambahkan agar bisa bersaing dengan daerah lain, maka batik dari kampung budaya Polowijen harus memiliki ciri khas oleh karenanya sumber daya manusianya yakni pembatiknya harus ditingkatkan ilmunya. Dengan semakin kaya teknik dalam pembuatan batik, akan banyak membantu warga Kampung Budaya Polowijen berinovasi.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link"><a href="https://indiekraf.com/efek-penutupan-umroh-dan-haji-ke-arab-saudi-kurma-jenis-ini-di-kota-malang-harganya-murah/">Efek Penutupan Umroh Dan Haji Ke Arab Saudi, Kurma Jenis Ini Di Kota Malang Harganya Murah</a></div>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link"><a href="https://indiekraf.com/film-sony-pictures-akan-ada-di-netflix-mulai-kapan-nih/">Film Sony Pictures Akan Ada di Netflix, Mulai Kapan nih?</a></div>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link"><a href="https://indiekraf.com/menikmati-es-ketan-hitam-roti-khas-malang-yang-legendaris/">Menikmati Es Ketan Hitam Roti Khas Malang Yang Legendaris</a></div>
<div></div>
<p>“Untuk bisa bersaing di pasaran, batik asal Kampung Budaya Polowijen harus memiliki ciri khas tersendiri. Untuk itu sumber daya manusia pembantiknya harus terus ditingkatkan,” terangnya.</p>
<p>Saat ini di Kampung Budaya Polowijen sudah memiliki dua produk batik yang memiliki ciri khas dan sudah mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Produk tersebut adalah batik motif Ken Dedes dan Topeng Malang. Ke depan akan terus dilakukan penggalian kearifan lokal untuk membuat batik-batik Kampung Budaya Polowijen.</p>
<p>Sementara itu, warga Kampung Budaya Polowijen Tatik Nur Fajriyah mengatakan, saat ini semakin serius mengembangkan batik agar kampung ini juga dikenal dengan kekayaan batiknya. Untuk itu berbagai pelatihan terus dilakukan sehingga semakin banyak memiliki karya yang bisa dijual.</p>
<p>“Saat ini ada sekitar 60 warga di Kampung Budaya Polowijen yang menekuni batik. Sebagian besar masih menjadi kerja sambilan. Harapannya, batik bisa menjadi andalan untuk meningkatkan kesejahteraan,” pungkas Titik.</p>The post <a href="https://indiekraf.com/kampung-budaya-polowijen-intensif-belajar-teknik-batik-ecoprint/">Kampung Budaya Polowijen Intensif Belajar Teknik Batik Ecoprint</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">12805</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Level PPKM Turun, Warga Kampung Budaya Polowijen Bersiap Kembali Buka</title>
		<link>https://indiekraf.com/level-ppkm-turun-warga-kampung-budaya-polowijen-bersiap-kembali-buka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Community Indiekraf]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2021 01:15:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Industri Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kreatif Tourism]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Pertunjukan]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Rupa]]></category>
		<category><![CDATA[kampung budaya polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[kampung tematik]]></category>
		<category><![CDATA[polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[PPKM level 3 kota malang]]></category>
		<category><![CDATA[seni budaya]]></category>
		<category><![CDATA[wisata budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indiekraf.com/?p=11361</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indiekraf.com-Kabar penurunan level kota Malang dari PPKM level 4 menajdi PPKM level 3 di masa pandemi Covid-19 ini, memberi angin segar bagi warga kota Malang. Geliat ekonomi warga bisa kembali bergairah, hal itu juga dirasakan oleh  warga kampung tematik Kampung Budaya Polowijen. Warga Kampung Budaya Polowijen mulai mempersiapkan diri untuk membuka diri bagi wisatawan.Meski status &#8230;</p>
The post <a href="https://indiekraf.com/level-ppkm-turun-warga-kampung-budaya-polowijen-bersiap-kembali-buka/">Level PPKM Turun, Warga Kampung Budaya Polowijen Bersiap Kembali Buka</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Indiekraf.com</strong>-Kabar penurunan level kota Malang dari PPKM level 4 menajdi PPKM level 3 di masa pandemi Covid-19 ini, memberi angin segar bagi warga kota Malang. Geliat ekonomi warga bisa kembali bergairah, hal itu juga dirasakan oleh  warga kampung tematik Kampung Budaya Polowijen.</p>
<p style="text-align: justify;">Warga Kampung Budaya Polowijen mulai mempersiapkan diri untuk membuka diri bagi wisatawan.Meski status PPKM level 3 hanya beberapa tempat wisata yang diijinkan untuk buka karena harus memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pemerintah, namun kampung tematik seperti Kampung Budaya Polowijen bisa mulai bergerak untuk persiapan buka.</p>
<p style="text-align: justify;">Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi atau yang akrab disapa Ki Demang mengatakan sangat senang dengan kabar tersebut. Oleh karenanya ia bersama warga Kampung, menyiapkan segala sesuatunya agar saat resmi dibuka nanti, wisatawan yang hadir tidak kecewa.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami bersiap dengan menata properti kita seperti  topeng wayang beberapa gambar lukisan dan beberapa dolanan yang biasa kita jual juga siapkan,”kata Isa Wahyudi penggagas Kampung Budaya Polowijen.</p>
<figure id="attachment_11362" aria-describedby="caption-attachment-11362" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-11362" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/09/Ki-demang.jpg?resize=1220%2C686&#038;ssl=1" alt="" width="1220" height="686" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/09/Ki-demang.jpg?w=1920&amp;ssl=1 1920w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/09/Ki-demang.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/09/Ki-demang.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/09/Ki-demang.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/09/Ki-demang.jpg?resize=1536%2C864&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/09/Ki-demang.jpg?resize=390%2C220&amp;ssl=1 390w" sizes="(max-width: 1220px) 100vw, 1220px" /><figcaption id="caption-attachment-11362" class="wp-caption-text">Isa Wahyudi atau Ki Demang penggagas Kampung Budaya Polowijen</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca juga:</strong></p>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link" style="text-align: justify;"><a href="https://indiekraf.com/upcycled-carrots-hand-care-cara-innisfree-rayakan-hari-bumi/">Upcycled Carrots Hand Care: Cara Innisfree Rayakan Hari Bumi</a></div>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link" style="text-align: justify;"><a href="https://indiekraf.com/ost-mulan-reflection-dinyanyikan-kembali-ala-indonesia/">OST Mulan, Reflection, Dinyanyikan Kembali ala Indonesia</a></div>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link" style="text-align: justify;"><a href="https://indiekraf.com/hore-akhirnya-harry-styles-kembali-ke-industri-layar-lebar/">Hore! Akhirnya Harry Styles Kembali ke Industri Layar Lebar</a></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut menurut pria yang akrab disapa Ki Demang ini, Kampung Budaya Polowijen selama masa PPKM level 4 kemarin tetap ada aktifitas rutin, namun untuk penerimaan pengunjung tidak dilakukan .</p>
<p style="text-align: justify;">“Selama ppkm tidak menerima kunjungan selama dua bulan belakangan ini,”ungkap Isa Wahyudi</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap hari mulai Senin hingga jum’at di Kampung Budaya Polowijen aktifitas rutin seperti membatik tetap dilakukan, selama hari itu, ada sekitar 5 hingga 6 orang warga beraktifitas membatik. Sementara di hari Sabtu dan Minggu diisi dengan latihan tari.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sebenarnya Kampung Budaya Polowijen tidak tutup untuk aktifitas, tiap senin sampai jumat ada 6 orang yang membatik disini, dan sabtu minggu ada latihan tari”tambah pria yang akrab disapa Ki Demang.</p>
<figure id="attachment_11363" aria-describedby="caption-attachment-11363" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" class="size-full wp-image-11363" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/09/Ki-demang-2.jpg?resize=1220%2C686&#038;ssl=1" alt="" width="1220" height="686" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/09/Ki-demang-2.jpg?w=1920&amp;ssl=1 1920w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/09/Ki-demang-2.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/09/Ki-demang-2.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/09/Ki-demang-2.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/09/Ki-demang-2.jpg?resize=1536%2C864&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/09/Ki-demang-2.jpg?resize=390%2C220&amp;ssl=1 390w" sizes="(max-width: 1220px) 100vw, 1220px" /><figcaption id="caption-attachment-11363" class="wp-caption-text">salah seorang warga kampung budaya Polowijen sedang menyiapkan wayang</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Jika nantinya Kampung tematik sudah resmi dibuka, dirinya bersama warga tetp akan menjalankan protokol kesehatan dengan cara menyiapkan tempat mencuci tangan, hand sanitiser serta mewajibkan para pengunjung memakai masker.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ketika nanti dibuka, kita tetap akan menyiapkan protokol kesehatan salah satunya kita sediakan cuci tangan, cek suhu, handsanitiser dan masker,”ungkap KI Demang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca juga:</strong></p>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link" style="text-align: justify;"><a href="https://indiekraf.com/6-fakta-coworking-space-yang-perlu-para-freelance-tahu/">6 Fakta Coworking Space yang Perlu Para Freelance Tahu</a></div>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link" style="text-align: justify;"><a href="https://indiekraf.com/roro-jonggrang-kembali-hidup-lewat-format-digital-art/">Roro Jonggrang Kembali ‘Hidup’ Lewat Format Digital Art</a></div>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link" style="text-align: justify;"><a href="https://indiekraf.com/kampung-agrinex-berkonsep-hortikultura-dan-agrowisata/">Kampung Agrinex: Berkonsep Hortikultura dan Agrowisata</a></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<p style="text-align: justify;">Terkait pembatasan pengunjung agar tidak terjadi kerumunan, nantinya pihak kampung budaya akan membagi pengunjung kedalam beberapa kelompok dengan lokasi yang berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">“Nantinya kegiatan yang berhubungan dengan pengunjung tidak lagi kita terima dalam jumlah yang banyak. Misalnya kita bentuk kelompok per 15 orang dengan membagi di beberapa tempat seperti membatik, di rumah siapa, membuat topeng di rumah yang lain dan kegiatan lainnya juga,”pungkas KI Demang.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">The post <a href="https://indiekraf.com/level-ppkm-turun-warga-kampung-budaya-polowijen-bersiap-kembali-buka/">Level PPKM Turun, Warga Kampung Budaya Polowijen Bersiap Kembali Buka</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11361</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Puluhan Wanita Bersanggul Laksanakan Tradisi Megengan Di Kampung Budaya Polowijen</title>
		<link>https://indiekraf.com/puluhan-wanita-bersanggul-laksanakan-tradisi-megengan-di-kampung-budaya-polowijen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Community Indiekraf]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2021 23:25:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Acara Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Pertunjukan]]></category>
		<category><![CDATA[bulan puasa ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[kampung budaya polowijen]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[Megengan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://indiekraf.com/?p=9338</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indiekraf.com-Sebanyak kurang lebih 30 wanita berdandan cantik dengan menggunakan kebaya lengkap dan bersanggul mendatangi Kampung Budaya Polowijen sabtu(10/04) kemarin. Kedatangan mereka kali ini untuk menghadiri acara tradisi Megengan Mapag Wulan Poso yang diselenggarakan oleh para pengurus di Kampung Budaya Polowijen. Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi, mengatakan bahwa para wanita itu berasal dari Komunitas Sanggul &#8230;</p>
The post <a href="https://indiekraf.com/puluhan-wanita-bersanggul-laksanakan-tradisi-megengan-di-kampung-budaya-polowijen/">Puluhan Wanita Bersanggul Laksanakan Tradisi Megengan Di Kampung Budaya Polowijen</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Indiekraf.com</strong>-Sebanyak kurang lebih 30 wanita berdandan cantik dengan menggunakan kebaya lengkap dan bersanggul mendatangi Kampung Budaya Polowijen sabtu(10/04) kemarin. Kedatangan mereka kali ini untuk menghadiri acara tradisi <em>Megengan Mapag Wulan Poso</em> yang diselenggarakan oleh para pengurus di Kampung Budaya Polowijen.</p>
<p style="text-align: justify;">Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi, mengatakan bahwa para wanita itu berasal dari Komunitas Sanggul Nusantara chapter Malang dan Surabaya yang  awalnya sengaja datang hanya untuk melakukan studi budaya. Namun karena bertepatan memasuki bulan puasa akhirnyadilakukan acara Megengan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kebetulan pas dengan Mapag Wulan Poso, maka acara megengan ini sekalian kita selenggarakan,” kata Isa Wahyudi.</p>
<p style="text-align: justify;"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-9341" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/04/sanggulll.jpg?resize=1220%2C686&#038;ssl=1" alt="" width="1220" height="686" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/04/sanggulll.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/04/sanggulll.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/04/sanggulll.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/04/sanggulll.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/04/sanggulll.jpg?resize=390%2C220&amp;ssl=1 390w" sizes="auto, (max-width: 1220px) 100vw, 1220px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Acara ini merupakan kegiatan rutin yang biasanya dilakukan setiap tahunnya dalamrangka menyambut bulan suci Ramadan, sekaligus silahturahmi pada warga masyarakat agar tercipta lingkungan kampung yang damai,aman dan tetap menghargai budaya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca juga :</strong></p>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link" style="text-align: justify;"><a href="https://indiekraf.com/disneyland-california-kembali-undur-pembukaan-ada-apa/">Disneyland California Kembali Undur Pembukaan, Ada Apa?</a></div>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link" style="text-align: justify;"><a href="https://indiekraf.com/permudah-data-warga-rw-di-sumbersari-kota-malang-ini-ciptakan-aplikasi/">Permudah Data Warga, RW Di Sumbersari Kota Malang Ini Ciptakan Aplikasi</a></div>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link" style="text-align: justify;"><a href="https://indiekraf.com/akhirnya-kayutangan-heritage-malang-segera-diresmikan/">Akhirnya! Kayutangan Heritage Malang Segera Diresmikan</a></div>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link" style="text-align: justify;"><a href="https://indiekraf.com/seji-x-bhisma-diandra-rilis-sneakers-berdesain-timeless/">SEJI x Bhisma Diandra Rilis Sneakers Berdesain Timeless!</a></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<p style="text-align: justify;">“Megengan dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan diri dan melakukan pensucian agar siap menyambut bulan puasa. Sebelum masuk bulan puasa, setidak-tidaknya orang sudah berserah dan mawas diri siap untuk melaksanakan ibadah puasa,” beber Ki Demang sapaan akrab Isa.</p>
<p style="text-align: justify;"><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-9340" src="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/04/apemm.jpg?resize=1220%2C686&#038;ssl=1" alt="" width="1220" height="686" srcset="https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/04/apemm.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/04/apemm.jpg?resize=300%2C169&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/04/apemm.jpg?resize=1024%2C576&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/04/apemm.jpg?resize=768%2C432&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/indiekraf.com/wp-content/uploads/2021/04/apemm.jpg?resize=390%2C220&amp;ssl=1 390w" sizes="auto, (max-width: 1220px) 100vw, 1220px" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Budaya Megengan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Secara historis kata Ki Demang, Ritual Megengan merupakan akulturasi budaya kearifan lokal dan Islam. Ritual Megengan berakar dari tradisi Ruwah yakni merupakan ritual mendoakan roh-roh nenek moyang.</p>
<p style="text-align: justify;">“Megengan itu sebenarnya tradisi yang dibuat oleh Sunan Kalijaga dalam rangka mengubah Ruwahan yang dulu adalah merawat roh tetapi kemudian dibuat dalam rangka saling memaafkan menjelang ibadah puasa,” kata Ki Demang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kue Apem</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kue Apem memiliki makna yang cukup dalam yakni saling memaafkan dan meminta maaf kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebab kata Ki Demang secara harfiah Apem berakar dari bahasa Arab yaitu Afuwwun Karim yang memiliki arti Tuhan Dzat Yang Maha Pemaaf.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca juga :</strong></p>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link" style="text-align: justify;"><a href="https://indiekraf.com/kumpulan-ibu-rumah-tangga-di-tunjungsekar-sulap-popok-bekas-menjadi-lampu-tidur-hias/">Kumpulan Ibu Rumah Tangga Di Tunjungsekar Sulap Popok Bekas Menjadi Lampu Tidur Hias</a></div>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link" style="text-align: justify;"><a href="https://indiekraf.com/wishnutama-kembali-ditunjuk-sebagai-komisaris-tokopedia/">Wishnutama Kembali Ditunjuk Sebagai Komisaris Tokopedia!</a></div>
<div class="daim-interlinks-suggestions-link" style="text-align: justify;"><a href="https://indiekraf.com/kawah-ijen-resmi-diusulkan-menjadi-geopark-dunia-apa-alasannya/">Kawah Ijen Resmi Diusulkan Menjadi Geopark Dunia, Apa Alasannya?</a></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<p style="text-align: justify;">“Apem itu berasal dari kata Afuwwun Karim. Makna simbolisnya adalah mintaa maaf,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut kata Ki Demang, kue Apem yang diolah, bentuknya dibuat mengerucut layaknya segitiga. Bentuk segitiga menggambarkan trilogi kehidupan yaitu Tuhan, alam dan manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">“Selepas ritual ini setidaknya orang sudah berserah diri, sudah mawas diri dan siap untuk melaksanakan ibadah puasa,” pungkas Ki Demang.</p>
<p style="text-align: justify;">The post <a href="https://indiekraf.com/puluhan-wanita-bersanggul-laksanakan-tradisi-megengan-di-kampung-budaya-polowijen/">Puluhan Wanita Bersanggul Laksanakan Tradisi Megengan Di Kampung Budaya Polowijen</a> first appeared on <a href="https://indiekraf.com">indiekraf.com</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">9338</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
