Industri KreatifKriyaPelaku Kreatif

Botol Bekas Jadi Barang Seni Bernilai Tinggi Di Tangan Taufik Saguanto

Indiekraf.com-Seringkali sampah rumah tangga khususnya plastik akan berakhir di tempat sampah, bahkan tak jarang masyarakat kita membuang sampah di dasar sungai disekitar tempat tinggalnya. Hal itu menggugah seorang pemuda asal kota malang untuk mengubah sampah plastik untuk dirangkai menjadi sebuah karya seni 2 dan 3 dimensi.

Adalah Muhammad Taufiq Saguanto yang setiap harinya berkreasi  mengubah sampah plastik menjadi karya seni bercipta rasa tinggi di rumahnya di kawasan dieng kecamatan Sukun kota Malang.

Baca juga :

Berkreasi dengan sampah plastik ini sudah ia jalani sejak 2016 lalu, Taufiq Saguanto memulai aksi kreatifnya dengan mendesain miniatur robot super pembela kebenaran berukuran raksasa, mobil serta motor

Namun seiring berjalannya waktu, Taufik lebih mementingkan detail dari karyanya dibanding ukuran. Alhasil,  bentuk-bentuk miniatur baru yang lebih realistis, semakin banyak ia ciptakan.

Tak hanya mencipta, sang pemuda kini tengah bersemangat menularkan ide kreatifnya dan gagasan reduce – reuse dan recycle dalam praktek nyata kepada anak usia sekolah, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

“Selama ini slogan 3R yakni Reuse, Reduce dan Recycle lebih seirng hanya tulisan dan hanya didengar saja tapi pengimplementasiannya belum begitu banyak. Karena dasar saya adalah praktisi wirausaha ya satu satunya agar gaung 3R itu efektif ya jadikan botol ini jadi bisnis,” kata Taufik.

Tak jarang, program pelatihan ini ia lakukan secara gratis. Taufiq percaya, semakin banyak orang menyerap ilmu yang ia bagikan  semakin kaya pengetahuan dan daya kreasi dirinya, mencipta karya seni dari limbah sampah plastik.

Baca juga:

“Kalo saya jujur lebih banyak fokus di pelatihannya, agar orang tahu secara langsung manfaat langsung dari barang bekas bisa diubah bentuk hingga jadi barang yang menghasilkan uang,” tambah Taufik.

Tak hanya konsumen lokal malang raya, peminat seni dari negara manca, juga menjadi target pasar miniatur sampah plastik bermerek dagang hotbottles ini .Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung bentuk , ukuran , detail dan tingkat kesulitan dalam penciptaan.

Karena dedikasinya mengolah sampah plastik menjadi karya bernilai tinggi ini lah, Taufiq kerap mendapatkan penghargaan dari sejumlah organisasi dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri,  salah satunya dari badan dunia UNHCR.

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button