Industri KreatifKriya

Mengenal Batik Organik Asal Malang Yang Jadi Langganan Hermes Paris

Indiekraf.com-Batik merupakan warisan budaya dunia Indonesia yang sudah ditetapkan oleh UNESCO pada 2 oktober 2009 silam. Batik juga dikenal sebagai seni rupa yang sangat sarat motif dan penuh dengan filosofi.

Dan setiap tahunnya, batik selalu mengalami banyak perkembangan . Mungkin selama ini banyak orang yang belum mengetahui jika ada proses pembuatan batik yang menggunakan pewarna alami alias organik yakni dari bahan-bahan alami asli Indonesia.

Batik organik tersebut adalah handpainting organic butik buring milik Rahmi Masita Prihatiningtias yang berada di jalan Mayjen Sungkono gang III nomor 60, Buring Kota Malang. Rahmi Masita mengatakan, sesuai dengan namanya yakni batik tulis organik, yaitu memanfaatkan kekayaan alam Indonesia sebagai pewarna alami batik buatannya.Seperti menggunakan kulit mangrove, mahoni, kayu tingi, tegeran, dan kayu indigo. Batik produksi Rahmi tanpa menggunakan pewarna bahan kimia sama sekali.

aktifitas menyanting kain batik

Baca juga :

“Batik kami merupakan batik tulis dari pewarna alami tanpa campuran bahan kimia apapun. Karena batik tulis merupakan ungkapan hati seperti layaknya doa. Kami memakai pewarna alami karena kami tidak ingin merusak lingkungan,”ungkap Rahmi pada indiekraf.com jumat (02/04/21).

Inspirasi awal membuat batik tulis organik ini menurut Rahmi karena kecintaannya dengan batik sejak lama. Selain itu Rahmi juga menceritakan bahwa sedari awal belajar membatik langsung dengan menggunakan pewarna alami.

“Inspirasi awal karena kecintaan saya dengan warisan budaya Indonesia sudah sejak awal, sejak awal saya belajar membatik juga sudah menggunakan pewarna alami,”tambah Rahmi.

bahan bahan alami untuk pewarnaan batik tulis organik buring

Baca juga :

Usaha batik tulis ini sudah dilakukan sejak 2011 silam dan secara konsisten menggunakan pewarna alami dari beragam tumbuhan di Indonesia khususnya berasal dari jenis magrove yang tumbuh di daerah pesisir.

Usaha batik tulis organik ini dibentuk dengan mendukung perekonomian kelompok wanita yangada di kampung buring Malang.

Konsistensi dalam berkarya tersebut memberi hasil yang sangat positif, hingga akhirnya brand fashion dunia ternama asal Paris yakni Hermes tertarik untuk berkolaborasi dengan brand milik Rahmi.

“Saat kami di Medan ada kegiatan memberdayakan kaum ibu- ibu untuk menanam mangrove, selain itu juga kami ada giat membatik yang pewarnaannya dari warna alami dari bahan alam sekitar. Saat itu ada dari pihak Hermes yang concern dengan lingkungan terutama dengan tanaman mangrove, tertarik dengan batik tulis produksi kami,”ungkap Rahmi.

hasil karya batik tulis organik buring

Untuk harga yang ditawarkan tergantung kerumitan motif dan jenis kainnya. Kain batik tulis jenis sutra harganya bisa mencapai Rp 10 juta perpotong. Sedangkan kain katun dibandrol dikisaran Rp 800 ribu hingga Rp 1,6 juta.

Selain merambah pasar domestik, seperti Bali, Jakarta, Medan dan Aceh, pemasaran batik tulis organik telah mencapai pasar mancanegara. Beberapa negara Eropa seperti Prancis, Slovakia, dan Serbia sudah mulai diminati.

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button