Film Animasi dan VideoIndustri Kreatif

Bakal Tayang Di Momen Lebaran, Film ‘Gara Gara Warisan’ Tontonan Wajib Untuk Keluarga

Indiekraf.com – Hari raya idul Fitri 1443 Hijriah tinggal menghitung hari, dan libur lebaran tahun 2022 ini terbilang cukup panjang, momen libur lebaran tahun ini pastinya akan banyak berkumpul dengan keluarga di kampung halaman, apalagi lebaran tahun ini pemerintah pusat telah memperbolehkan untuk mudik ke kampung halaman. Daripada bingung kumpul keluarga mau ngapain, ada baiknya merancang kegiatan positif salah satunya menonton film terbaru garapan Komika, Ernest Prakasa.

Dinaungi rumah produksi Starvision, film terbaru Ernest berjudul gara gara warisan bakal dirilis pada 30 April 2022. Film bergenre drama komedi ini, bakal menjadi salah satu film yang layak ditonton bersama keluarga.

Disutradarai oleh komika Muhadkly Acho, Ernest Prakasa dan Chand Parwez, film Gara Gara Warisan menceritakan tiga bersaudara yang tak pernah akur, untuk bersaing memperebutkan warisan.

Warisan yang diperebutkan, merupakan sebuah guest house milik Yaya Unru (Dahlan) yang tampil sebagai seorang ayah dan Ira Wibowo (Astuti) sebagai ibu. Sedangkan ketiga anaknya ialah Oka Antara (Adam), Indah Permata Sari (Laras) dan Ge Pamungkas (Dicky).

“Memang film ini dirancang sebagai film liburan lebaran. Ini secara konten sangat cocok dinikmati keluarga. Karena menghibur menyentuh, jadi ini konten yang cukup pas buat libur lebaran,” ucap Ernest Prakasa saat hadir dalam roadshow film Gara Gara Warisan di Kota Malang pada Kamis (21/4/22) kemarin.

Film yang diproduksi mulai Maret 2021 ini, mengambil lokasi syuting di wilayah Lembang, Jawa Barat. Dari karakter cerita di film, Adam yang merupakan putra sulung Dahlan, selalu menyalahkan sikap keras ayahnya untuk kegagalan-kegagalan hidupnya.

Laras, anak kedua memiliki sikap independen dan idealis, dan Dicky, anak bungsu kesayangan ayahnya yang dimanja sejak kecil dan tumbuh sebagai pemuda yang bengal.

Baca juga:

Film ini merupakan film yang mengangkat tentang dinamika keluarga yang diambil dari isu keseharian. Menariknya, meski film ini mengangkat isu dinamika keluarga yang dapat memecah belah keluarga, namun disajikan dengan takaran yang pas dan penuh emosi bagi yang menontonnya.

Mulai dari drama, komedi, konflik, hingga kesedihan, tertuang menjadi satu di film Gara-Gara Warisan ini.

“Di film ini, kita akan belajar menghargai nilai-nilai kekeluargaan. Karena semua orang, pasti akan bersinggungan dengan warisan,” ucap Acho, penulis sekaligus sutradara.

Acho mengatakan, bahwa film ini sebenarnya bukan diangkat dari kisah nyata. Namun, berawal dari dinamika keluarga yang sudah menjadi keseharian, dan akhirnya dituangkan menjadi karya visual.

Saat menulis naskah untuk pembuatan film ini, Komika kelahiran Jakarta itu, juga menceritakan dirinya yang juga lahir dari keluarga besar. Dari situlah, dia menguatkan karakter dari masing-masing aktor dan aktris saat bermain film Gara-Gara Warisan.

Baca juga:

“Karena saya lahir dari 7 bersaudara, cukup banyak dinamika di keluarga yang dijadikan referensi,”

“Bagaimana Abang saya bertindak melihat adiknya, proses persaingan kita dan lain-lain. Ini bisa memperkuat referensi karakter di film ini,” terangnya.

Meski dirilis dua hari sebelum lebaran, baik Ernest atau pun Acho tak memiliki target pasti atas karya film yang mereka ciptakan.

“Target kami gak muluk. Kondisinya sekarang di masa transisi, semoga semakin hari semakin membaik. Kalau target, kami wait and see,” tandasnya.

Related Articles